Ming. Sep 25th, 2022

Tariunews.com

Aktual, Independen, dan Terpercaya

Kepala Badan PPSDMP Kementan Dedi Nursyamsi: Tingkatkan Produksi Pertanian Dengan LuhDiklat

TariuNews.com, Mempawah/ JKM (22/04/2022) Program Rural Empowerment & Agricultural Development Scalling Up Initiative (READSI) ini sesuai amanat Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, yang menyatakan bahwa peningkatan kapasitas insan pertanian merupakan salah satu faktor untuk penguatan ketahanan pangan dalam negeri.

“Produksi dan produktivitas pangan kita harus ditopang oleh kualitas SDM pertanian yang unggul kalau kita ingin mencapai sektor pertanian yang maju, mandiri dan modern,” ujarnya beberapa waktu lalu.

Sementara itu, Dedi Nursyamsi menuturkan ada lima pelatihan dalam program READSI Kementerian Pertanian telah merumuskan pendekatan strategi dalam melaksanakan program/kegiatan untuk menjamin ketersediaan pangan dan meningkatkan nilai tambah dan daya saing, yang dirumuskan dalam lima Cara Bertindak (CB) yakni peningkatan kapasitas produksi, diversifikasi pangan lokal, penguatan cadangan dan sistem logistik pangan, pengembangan pertanian modern dan Gerakan Tiga Kali Ekspor (Gratieks).

“Peningkatan kapasitas produksi, diversifikasi pangan lokal dan pengembangan pertanian modern menjadi agenda-agenda penting dalam program pengembangan kapasitas SDM pertanian melalui LuhDikLat,” ucap Dedi.

Selanjutnya, implementasi dari pelaksanaan Luhdiklat dibuktikan dengan adanya peningkatan usaha tani dan geliat ekonomi perdesaan. Upaya itu didukung dengan penyediaan modal usaha berupa Kredit Usaha Rakyat (KUR). Dipaparkanya, serapan KUR Pertanian tahun 2020 mencapai 1,9 juta debitur dan realisasi kredit Rp55,30 triliun (110,62 persen) dari target Rp50 triliun. Pada tahun 2021 mencapai 2,6 juta debitur dan realisasi kredit Rp85,62 triliun (122,31 persen) dari target Rp70 triliun.

“Sedangkan target KUR Pertanian tahun 2022sebesar Rp90 triliun. KUR dapat menjadi fasilitas permodalan dalam mengakses teknologi-teknologi maupun akses pasar yang seringkali menjadi kendala di lapangan, sehingga modernisasi pertanian dan regenerasi dapat tercapai secara simultan dan massif,” tutur Dedi.

Atas dasar itulah,diselenggarakannya  Pelatihan Kewirausahaan Bagi Petani Wilayah READSI.

Giat dilakukan dilaksanakan secara serentak di Balai Diklat Anjungan, Dinas Tanaman Pangan & hortikultura Provinsi Kalimantan Barat.

Peserta berjumlah 30 orang yg berasal dari Kabupaten Sambas,Provinsi Kalimantan Barat.

Kepala BBPP Binuang, Yulia Asni Kurniawati dalam kesempatan terpisah menyampaikan, “BBPP Binuang tidak akan pernah berhenti memberi ilmu di bidang pertanian,” pungkasnya. (Retno/Irfan)

Editor : Dodi

previous arrow
next arrow
Slider

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: