Sel. Agu 9th, 2022

Tariunews.com

Aktual, Independen, dan Terpercaya

Wahana Visi Indonesia Area Landak Tutup POP Tahun 2021

TariuNews.com, Landak- Wahana Visi Indonesia ( WVI ) Area Kabupaten Landak melaksanakan Workshop Penutupan Program Organisasi Penggerak ( POP ) Tahun Anggaran 2021. Kegiatan yang dilangsungkan melalui virtual zoom ini dibuka oleh Bupati Landak yang diwakili oleh Bapak Ocin, S.Pd Staff Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia Kabupaten Landak, dihadiri pula oleh Bapak Eddy Tejo, Koordinator Pokja Kemitraan, Direktorat Guru Dikdas Kemendikbudristek, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bapak Hery Mulyadi, SH, 28 Kepala Sekolah Dasar dan 203 Guru Pendidik di Kecamatan Ngabang dan Jelimpo, Pengawas Sekolah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Landak, National Project Manajer POP Wahana Visi Indonesia serta TIM POP WVI Area Kabupaten Landak. Senin (6/12).

Hotmianida R Panjaitan, selaku National Project Manajer POP Area Kabupaten Landak dalam sambutannya menyampaikan bahwa Program Organisasi Penggerak merupakan kerja sama antara Wahana Visi Indonesia (WVI) dengan Kemendikbudristek dimulai sejak Oktober tahun 2021 dan berakhir di Desember 2021 yang diikuti 28 Sekolah Dasar dampingan dan 6 Sekolah Dasar Imbas. Program ini bertujuan melakukan pemberdayaan masyarakat secara masif melalui dukungan pemerintah untuk peningkatan kualitas guru dan kepala sekolah berdasarkan model-model pelatihan agar efektif dalam meningkatkan kualitas proses pembelajaran dan hasil belajar siswa.

“Kabupaten Landak salah satu wilayah dampingan WVI yang mendapatkan program, POP. Ada 28 sekolah dampingan dan dihasilkan beberapa Master Teacher dan fasilitator –fasilitator untuk materi wahana literasi, materi teknologi dan komunikasi, dan materi dukungan psikososial dimana para guru ini telah siap menjadi master teacher untuk tingkat Kabupaten Landak”, ungkap Hotmianida.

Hotmianida menambahkan bahwa di bulan November sudah dilakukan juga secara marathon di 28 Sekolah mengikuti house training dimana dilakukan oleh sesama rekan guru didampingi WVI Kabupaten Landak dan mereka sudah mencoba serta mempraktekkannya di sekolah mereka. Ada yang bedah kelas, melakukan pojok baca, ada yang membuat pengenalan – pengenalan huruf khususnya kelas-kelas kecil.

Pemerintah Kabupaten Landak melalui Staff Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Masyarakat Ocin, S.Pd menyampaikan menyambut baik dan sangat mengapresiasi program POP WVI ini. Ocin menambahkan bahwa sekolah memang harus melakukan pendekatan, metode, dan strategi yang tepat dalam melakukan pengajaran di kelas. “WVI sudah melakukan metode baru berupa permainan, pembelajaran yang menyenangkan, ini perlu terus dikembangkan, tidak ada satu metode yang paling bagus atau yang paling hebat sehingga perlu metode yang variatif sesuai kondisi setempat termasuk kondisi anak didik yang paling penting adalah memahami kondisi anak didik kita sehingga bisa menggunakan metode yang tepat”, ungkap Ocin.

“Keterampilan membaca harus terintegrasi di setiap mata pelajaran, bukan hanya tanggung jawab guru bahasa, tetapi semua guru, karena membaca adalah keterampilan dasar, jangan lupa melibatkan orang tua dan masyarakat”, tambahnya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Landak, Hery Mulyadi, SH turut mengapresiasi Program Organisasi Penggerak yang dilakukan oleh WVI. “Telah di paparkan hasil survey lapangan WVI hanya 26% siswa kelas 3 dapat membaca dengan baik, kami tidak menyalahkan guru, namun kita upayakan seoptimal mungkin hal ini tidak terjadi lagi, maka untuk merubahnya kita perlu strategi, dan kerja sama, guru dan tenaga pendidik harus lebih semangat dulu”, ungkap Hery.

Eddy Tejo, Koordinator Pokja Kemitraan, Direktorat Guru Dikdas Kemendikbudristek menyampaikan bahwa Program ini sangat baik serta mengucapkan terima kasih kepada Wahana Visi Indonesai. “Telah didapat hasil selama kegiatan, sangat miris mendengar hasil survey dimana di Kabupaten Landak kelas 3 masih ada yang belum bisa membaca, inilah yang menjadi tantangan. Program ini harus berkolaborasi dengan orang tua, pemda, tokoh masyarakat, guru,dan siswa sendiri. Untuk itu, program ini diminta kepada direktorat akan di lanjutkan. Butuh dukungan dari Pemda untuk program ini”, ungkap Eddy.

Penulis : Dodi

Editor : Dodi

previous arrow
next arrow
Slider

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: