Sen. Des 5th, 2022

Tariunews.com

Aktual, Independen, dan Terpercaya

Si Jago Merah Lalap Lahan PT. GMU Seluas 22 Ha

TariuNews.com, Sintang – Dampak kemarau panjang sangat dirasakan sekali oleh warga masyarakat diperhuluan, dengan kondisi Kemarau ini banyak dimanfaatkan oleh masyarakat untuk membuka lahan pertanian khususnya ladang kering, seperti yang dilakukan oleh warga masyarakat di Kecamatan Kelam Permai Kabupaten Sintang.

Dengan kondisi Kemarau yang terbilang cukup panjang ini ada beberapa desa di bagian Kecamatan Kelam Permai yang membuka lahan, namun karena Sosialisasi yang sering diberikan kepada warga masyarakat sehingga warga tidak melakukan pembakaran lahan, tetapi dengan cuaca yang cukup panas dan masih ada oknum yang tidak bertanggung jawab pada akhirnya membuat terjadinya kebakaran lahan milik salah satu warga Didesa merpak dan berdampak luas mengenai lokasi perkebunan sawit milik PT. Grand Mandiri Utama (PT.GMU) yang sudah Take over kepada Julong Group.

“Sedikit nya belasan hektar dan ratusan pohon sawit ikut terbakar akibat kejadian tersebut, hal ini disebabkan adanya lahan gambut dilokasi kebun sawit tersebut sehingga proses pemadaman cukup memakan waktu,” demikian dijelaskan Kapolsek Kelam Iptu Hariyanto diruang kerjanya rabu 14 agustus 2019.

Namun demikianlah dijelaskan Hariyanto, terkait adanya kebakaran tersebut pihaknya bekerjasama dengan Koramil, Manggala Agni dan pihak perusahaan PT. GMU secara cepat mengambil tindakan pemadaman dengan memblokir lokasi kebun sawit lainnya dan secara terus-menerus menyemprotkan air dilokasi yang diduga masih ada titik-titik api nya. Bahkan proses pemeriksaan kepada para saksi dan Pihak Perusahaan terkait kebakaran tersebut telah dilakukan oleh Polsek Kelam Permai yang di Backup oleh Resrim Polres Sintang guna proses hukum lebih lanjut jika terbukti adanya pihak yang sengaja “bermain api”, maka tindakan tegas pasti diberlakukan,” tegas Kapolsek Kelam.

“Patroli dan pantauan terus kami lakukan bahkan sudah kami minta agar pihak perusahaan bertanggung jawab untuk melakukan pemadaman hingga tidak ada lagi titik-titik apinya,” pukas Iptu Hariyanto .(Alex)

Editor : Dodi

previous arrow
next arrow
Slider

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: