Rab. Jun 29th, 2022

Tariunews.com

Aktual, Independen, dan Terpercaya

Geger! Kepsek SDN 11 Mungguk Ditemukan Tak Bernyawa di Desa Hilir Tengah Ngabang

TariuNews.com, Ngabang. Kepolisian Sektor Ngabang dikejutkan oleh Laporan Masyarakat atas penemuan mayat seorang pria di Gang Reformasi Desa Hilir Tengah Kecamatan Ngabang. Menurut keterangan dari tetangganya bahwa pria tersebut merupakan seorang Kepala Sekolah di SDN 11 Desa Mungguk. Minggu (14/07/2019).

Berawal dari laporan sang keponakan yang bernama Trie Kurniawan (28 th). Dirinya merasa curiga saat mengunjungi rumah pamannya, dimana pamannya Komesyadi (58 th) tidak merespon kedatangannya walau sudah dipanggil berkali kali. Setelah diperiksa ternyata Komesyadi (58 th) ditemukan sudah tak bernyawa dikamarnya.

” kami ketok pintu berkali kali, beliau tak menjawab. Makanya kami khawatir ” cerita Trie.

Tepatnya di kamar lantai atas sebuah rumah dua lantai di Gang Reformasi dusun Pulau Bendu desa Hilir Tengah kecamatan Ngabang. Saat ditemukan korban sudah dalam keadaan tak bernyawa dalam posisi terbaring dengan mulut mengeluarkan darah.

Untuk mengetahui secara pasti penyebab kematian Komesyadi, petugas Kepolisian dari Sektor Ngabang bersama pihak keluarga membawanya ke RSU Landak untuk dilakukan visum.

Saat dikonfirmasi, Kapolsek Ngabang memberikan keterangan bahwa untuk dugaan sementara tidak ditemukan tanda – tanda adanya kekerasan di tubuh korban. Diduga korban meninggal akibat serangan jantung.

“diduga korban meninggal karena serangan jantung ” terang Kompol B. Sembiring SH, MH.

Hal ini diperkuat keterangan para saksi yang mengungkapkan bahwa korban sempat mengeluh kurang enak badan beberapa hari sebelum kejadian.

” diperkirakan korban sudah meninggal sekitar 9 atau 10 jam lalu ” tambahnya.

Korban dikenal dengan pribadi yang ramah dan berprofesi sebagai salah seorang Kepala Sekolah di salah satu Sekolah Dasar Negeri di desa Mungguk kecamatan Ngabang.

Korban juga cukup lama hidup sendiri karena istrinya telah meninggal dunia beberapa tahun lalu. Sedangkan anaknya sudah lama merantau di Pulau Jawa.

Usai menjalani visum di RSUD Landak, korban selanjutnya dibawa kembali ke rumahnya kembali guna dilakukan proses pemakaman. Direncanakan korban akan dimakamkan di pemakaman muslim desa Hilir Tengah kecamatan Ngabang.

Penulis : Bayu

Editor. : Dodi

previous arrow
next arrow
Slider

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: